Rabu, 21 September 2016

HARAM DALAM DIAM




Lembut dalam hembusan nyaman dalam pelukan
Pelukmu diamkan ragaku
Lembut hembusmu rapuhkan kalbu
Ragaku terdiam tak mampu mengungkap
Bibirku kelu penuh tak terucap

Bukan karena....
Tapi, hanya karena
Hanya karena khayalan nyataku salah
Hanya karena bisikan imanku goyah

Madu kebohongan merasuk ciptakan rasa yang kini membusuk
Firman tuhanku benar
Kefanaan cinta dunia tidak ada yang abadi
Abadi yang ku kira lebur bersama mimpi yang kini terkubur

Soal suci aku bukan yang tersuci
Noda dosa pernah aku tapaki
Apa yang sedang kau lihat pada diriku
Mungkin hanyalah sebatas permukaan laut yang berombak tinggi
Hanya sebatas pucuk daun yang pohonnya memiliki akar yang mungkin belum pernah tergali

Berbicara tentang dosa, aku makhluk tuhan yang tak luput dari sang pendusta
Hatiku pernah merapuh karna dia



Haram dalam diam
Diamku bukan karena kebisuan
Hanya saja ragaku sedang berdusta dengan kenyataan
Mencoba mengerti bahwa ini rasa yang sejati
Namun aku salah mengerti ini hanya soal ingin saling menikmati
Bukan untuk saling memiliki

Langkahku patah diamku salah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar