Rabu, 16 November 2016

SANG PEMBUAT SAJAK



Bening embun pagi sebening kasihku
Sejuknya hembus angin di taman sesejuk hatiku
Aku rasa aku sedang merasakan sesuatu

Mata terbuka kala sang fajar menyapa
Wahai sang pembuat sajak
Aku sedang merasa bahagia
Entah apa yang sedang kau suguhkan
Ini kesungguhan yang sedang aku rasakan

Bulir kesungguhan tengah merayap dalam keteguhan
Mengoyak kesunyian mendekap kehangatan

Bahagiaku kini kutemukan
Senyukku telah ku tampakkan
Entah apa yang sedang kau ciptakan
Tapi sungguh ini  kebahagiaan

Bahagiaku tak mampu ku ucapkan
Hingga bibirku kelu tak terbantahkan

Wahai sang pembuat sajak
Aku mencoba bijak
Memahami hal yang sedang berpihak
Bahagia ini adalah rasa yang lama ku semogakan
Semoga engkau memberi keabadian

AL-KAHF 68


Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu sedangkan engkau belum mempunyai pengetahuan cukup tentang hal itu ? 
( al-kahf 68 )

 


Aku sudah bersabar
Mengaapa tuhan tak kunjung berikan jawaban doaku ?
Aku sudah terlampau bersabar denganmu
Aku lelah menghadapi masalah ini
Aku sudah bersabar
Kini aku lelah !

Itukah yang sering kau katakan ?
Itukah yang sering kau lakukan ?
Menggerutu ?
Menyalahkan tuhanmu ?
Menuntutnya ?
Jika benar, tuhan sedang menertawakan
Selamat !
Sadarlah kau hanya hamba
Kau tak memiliki apa yang di milikinya
Bahkan nyawamu hanya pinjaman semata

Kau ingin memiliki mobil, tuhan berikan kau ketidak mampuan
Kau ingin pasangan yang sempurna, tuhan brikan kau kekecewaan
Kau tahu megapa ?
Bukan untuk mengecewakanmu
Bukan untuk mempermainkanmu
Dia hanya ingin kau memiliki pengetahuan yang cukup atas apa yang ingin kau miliki

Kau sebut kau layak untuk mendapatkan mobil mewah
Tapi jika tiba-tiba kau mendapatkannya tanpa rintangan bagaimana kau mempertanggung jawabkannya ?
Itulah mengapa tuhan berikan kau ketidakmampuan agar kau mampu menjadi yang terlayak
Bagaimana mungkin kau di berikan mobil mewah
Jika kau tak mampu memikirkan cara mengisinya dengan  bensin
Keidakmampuanlah yang mampu membuatmu mengerti mobil mewahmu membutuhkan perjuangan

Kau ingin pasangan yang sempurna ?
Kau memilikinya ?
Percayalah tuhanmu akan memberikannya
Tapi...
Ada hal-hal yang hars membuatmu menjadi yang terlayak untuk mendapatkannya
Dengan apa ?
Dengan kekecewaan, penolakan, sakit hati, luka, penghianatan
Sabar ... tenang ...
Itulah cara tuhan melayakkanmu
Kau sebut yang yang sempurna dan kau layak mendapatkan  yang sempurna dengan sekejab mata ?
Kemudian kau melupa pada akhirnya
Tuhanmu hanya ingin mengajarkanmu ilmu
Saat kau telah melalui luka penolakan, sakkit hati, kekecewaan, penghianatan
Disinilah tuhanmu sedang memberikan kebahagiaan
Bagaimana mungkin jika kau tidak melewati itu semua kau mampu di katakan kau terlayak

Semuanya tertakar
Segalanya tak akan tertukar
Apa yang kau inginkan tuhanmu mengerti
Karna tuhanmu lebih dekat dari urat nadi

Jangan sebut kau sabar, jika kau belum mengerti arti tentang ujian
Jangan sebut kau memiliki hati lebar, jika kau belum cukup memiliki pengetahuan

BERNOSTALGIA DIUJUNG DIMENSI




Sejarah bukan seni bernostalgia
Kenangan bukan pengembalian rasa
                                                                                                                -afrisma-


 
Kembali lagi ingatan berjalan mundur
Mengembalikan cerita yang telah luntur
Mungkin benar
Seorang sejahrawan datang untuk sebuah penelitian
Bukan sekedar mengenang sebuah ingatan

Aku pernah bercerita tentang kehangatan
Kehangatan yang saling memmbahagiakan
Atau bahkan saling membutuhkan
Membahagiakan dalam kesunyian
Membutuhkan dalam kedamaian
Damai pernah singgah
Bahagia pernah datang

Meski telah menghilang
Kini entah mengapa
Damai kembali menyapa
Bahagia kembali tertawa

Bukan karena pengembalian rasa
Tapi, kini aku sedang bernostalgia
Bernostalgia dengan bahagia
Terawa karna kengan rasa

Sungguh benar sejarah bukan seni bernostalgia
Dan kenangan bukan sebuah pengembalian rasa
Namun lelah mengapa
Kini aku sedang mengunjungi bahagia yang telah terlewati
Menyapa kedamaian yang pernah ku singgahi

Disana ....
Di kenangan, aku menemukan kebahagiaan
Tertawa lepas bersama keadamaian
Meski bukan kenyataan
Aku sedang merasa sebuah kebahagiaan
Aku temukan kepingan yang telah tersisihkan
Atau mungkin bahkan telah kau lepaskan

Kau...
Aku sedang bernostalgia dengan kenangan
Mengulang lagi ingatan yang pernah kau berikan
Tapi percayalah
Ini bukan pengembalian rasa
Ini hanya seni bernostalgia

Dimensimu telah berbeda
Dan kini aku telah bahagia
Kenangan ini muncul hanya karena rasa ingin bernostalgia bukan untuk pengembalian rasa

DERMAGA PEMBERHENTIAN



Berlayar ke samudra dangkal
Kapalku mulai kandas
Bukan karena lemah
Namun kapalku mulai lelah

Sepanjang mata memandang
Mataku hanya melihat hamparan lautan
Laut adalah kehidupan
Dan aku adalah kapal

Aku lelah ...
Anganku mulai goyah
Dermaga pemberhentian tak kunjung ku temukan
Dermaga persinggahanpun tak nampak untuk melepas lelah

Besi mampu menjadi kepingan hingga terlepas
Kapal di laut mampu terhempas
Dan kini ...
Anganku mulai lemas

Menggerutu mungkin tak menyelesaikan
Namun cukup melegakan
Inginku dermaga pemberhentian
Bukan hanya hamparan lautan
Kini....
Laut terlalu luas ku sembrangi
Kapalku terlampau kandas untuk ku naikki

Selasa, 25 Oktober 2016

THESE TOO WILL PASS


Ada kehidupan, Ada kebinasaan
Ada kelahiran, Ada kematian
Segalanya telah tertakar
Setiap yang bernyawa akan mati
Setiap yang berawal akan berujung

I’m not a angel with a heart straight
I’m not a doctor who can cure
I’m not a  police who is able to fight

Apa yang sedang berjalan ini adalah suratan
Apa yang sedang tuhan rencanakan adalah kebaikan

Siapa bilang ini perpisahan
Ini hanya perkara tertundanya kebahagiaan
Siapa bilang ini sebuah kehilangan
Ini hanya tentang tertundanya pertemuan

Aku bukan malaikat dengan hati yang kuat
Aku perapuh karena perpisahan
Aku bukan seorang dokter yang mampu menyembuhkan
Karna lukakupun tak mampu ku sembuhkan
Aku bukan seorang polisi yang mampu berperang
Amunisiku terlalu lemah untuk berjuang

Mungkin ....
Aku akan menjadi sejarah
Terlihat dalam angan
Terwujut dalam kenangan

Tak mengapa,
Aku tak mmpersalahkan waktu
Waktuku mungkin telah  usai denganmu
Biarlah aku tenang
Bersama senyuman
Meski bibir tak terangkat
Namun engkau tetap menjadi teman yang terhangat

Sunyiku akan membisu
Diamku akan lelap tanpamu
Karna waktuku begitu hangat bersamamu
Tetaplah engkau menjadi teman terhangat untukku
See you next time
These too will pass, hopefully we arrange a meeting god in eternity :”)